Jumat, 12 Maret 2010

Argopuro

. Jumat, 12 Maret 2010


Share/Save/Bookmark

salah satu ciptaan Tuhan YME yang sayang untuk kita lewatkan keindahannya. Keindahan dan kecantikan pegunungan ini serta keanekaragaman Flora dan Fauna membuat para pendaki menyebutnya sebagai “ Surganya Pulau Jawa “

Gunung Argopuro terletak di kabupaten Situbondo, kabupaten Probolinggo, kabupaten Jember dan kabupaten Bondowoso Jawa Timur membentuk pegunungan HYANG . Diantara ± 14 puncak di jajaran pegunungan HYANG, Puncak Gunung Argopuro adalah puncak yang tertinggi ( 3088 MDPL ). Memiliki berbagai jenis Fauna Endemik yang Kas. Contohnya : Lutung Merah ( Presbytis Rubicunda ), Lutung Jawa, Merak Hijau ( Pavo Mulicus ), Kijang ( Muntiacus Muntjah ), Babi hutan.

Untuk mendakinya ada beberapa jalur:

>> Baderan – Besuki : Naik bus Surabaya – Situbondo/Banyuwangi turun di Besuki, naek angkot jurusan Baderan.

>> Bremi, Kab. Probolinggo : Naik Bus dari Probollinggo jurusan Pajarakan, sampai pajarakan kemudian naek angkot dari pajarakan – bremi. ( Di sarankan lewat desa Bremi karena lebih cepat)
TAMAN HIDUP

TAMAN HIDUP

Pagi hari Pendakian bisa di mulai, melewati ladang milik penduduk kemudian masuk ke perkebunan damar, disusul dengan hutan belantara dan tanjakan yang memacu menguras stamina. Setelah 4 – 5 jam perjalanan anda akan menemukan Taman Hidup, danau yang eksotis dengan pemandangan yang luar biasa. Anda bisa bermalam di sekitar danau ini, bisa juga memancing ikan kecil-kecil.

Hari berikutnya pendaki dapat melanjutkan perjalanan lagi. Para pendaki akan menghadapi perjalanan yang sangat panjang dan menguras stamina, ada baiknya istirahat sebentar untuk mengembalikan nafas yang hampir putus. Pemberhentian selanjutanya adalah Pos Aengkenik setelah berjalan 3-5 jam, melewati hamparan ilalang yang tinggi dan sangat luas. 2 jam berikutnya Anda dapat bermalam di Cisentor. Di sini terdapat shelter untuk bermalam. Di Cisentor juga terdapat sungai yang airnya sangat jernih yang ditumbuhi selada air, lumayan bisa di manfaatkan untuk sayur.
Sungai Cisentor

Sungai Cisentor

Tujuan selanjutnya adalah Puncak. Melalui bukit – bukit pendaki akan menemui bekas jejak – jejak babi hutan selama perjalanan. Di lanjutkan melewati hutan pinus pendaki akan sampai di Rawa Embik, konon di sini biasanya rusa dan binatang – binatang lain minum. Anda juga bisa mengisi air di sini dan untuk istirahat sejenak.

Lanjut bukit –bukit terjal, sesudah itu akan ada hamparan padang savana yang cukup luas disitu Anda akan menemui persimpangan, ke kiri Puncak Rengganis jika ambil kanan ke puncak Argopuro. Di Puncak Argopuro terdapat tugu triangulasi. Sementara jika anda mengekplorasi puncak Rengganis, Anda akan menapaki batuan kapur yang berundak – undak. Terpaan angin dingin menyambut bersahabat para penakluk Puncak , terdapat pelataran luas dengan puing-puing bangunan runtuh yang berserakan. Meski sudah berabad-abad tak terawat, disana sini masih tersisa bentuk-bentuk bangunan utama, pondasi terpendam yang merupakan batas-batas ruang, pintu-pintu masuk dan pintu penghubung, pura pemujaan, tempat semedi, dan gapura utama. Sayang, sampai hari ini belum diketemukan sebuah prasasti atau bukti-bukti yang menunjukan bilangan tahun, sehingga reruntuhan puing bekas “Istana Rengganis” yang merupakan singgasana megah Ratu jelita “Dewi Rengganis” tetap menjadi misteri yang belum terungkap. Setelah puas di puncak kembali ke Cisentor lagi, melanjutkan perjalanan ke Cikasur. Mengitari bukit Batu Lempeng, menuruni Pondok Celot, melewati Taman Sarang Labah-labah yang dikenal dengan nama Si Mesem yang artinya tersenyum. Dilokasi ini pengunjung hampir pasti tersenyum dan tersenyum, mengagumi keajaiban alam. Perjalanan menuju Cikasur para pendaki di harapkan berhati – hati setelah melewati Padang Edelwis, karena terdapat tumbuhan penyengat. Jika tersentuh akan terasa panas dan pedih, kalau tersengat di tubuh seperti kena sengatan lebah atau kena sundut rokok, efeknya terasa ± 12 jam. Para pendaki biasa menyebutnya rumput jancu’an, Puki Wowor, Jengkit (Girardinta Palmata ), penduduk lokal menyebutnya rengas, ketinggiannya bisa mencapai ± 2 meter,
sungai Qolbu

sungai Qolbu

Sampailah di Cikasur (Si Kasur sebutan penduduk lokal) terdapat dua buah bungalow yang tinggal pondasi dan separuh dinding batu, namun berdiri sangat kokoh. Bekas bangunan Tuan Ladebour (jaman Belanda) ini dilengkapi dengan pondasi landasan pesawat terbang. Pada peta kawasan Dataran Tinggi HYang, lokasi ini disebut Alun-Alun Besar. Tidak jauh dari dekat bangunan tersebut yang sekarang ditandai dengan sebutan Cemara Satu, terdapat mata air yang disebut Sungai Kolbu dengan selada air terhampar disepanjang hulu sungai cagar alam itu. Sayur segar yang lezat ini agaknya memang disediakan bagi mereka yang bertenda di Si Kasur untuk melepas penat dan capek.
Cikasur

Cikasur

Hari berikutnya pendaki di suguhi hamparan padang rumput yang begitu luas yang terasa tidak habis – habis luasnya. Dari Cikasur, menuruni lembah yang dikenal dengan Jurang Dalam, melewati Jambangan, mengikari bukit Cemara Dua, menelusuri Alun-Alun kecil, tiba di bukit Cemara Panjang (terdapat mata air). Jika perjalanan diteruskan, ada simpangan yang berupa rambu dan papan peringatan. Setelah melewati Pondok Lalang, Taman Sari dan Batu Lawang, route pendakian Puncak Argopuro / Rengganis berakhir di pintu keluar Badaeran.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 

Pengikut

Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by Deluxe Templates